Tempat Berkicau


ShoutMix chat widget
Sunday, 1 August 2010
Home » » Rencana Harga Listrik Rp600-700/Kwh

postheadericon Rencana Harga Listrik Rp600-700/Kwh


PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan pihaknya bersama pihak terkait tengah menyusun regulasi untuk harga beli listrik dari swasta (independent power producer/IPP).
“Saat ini sedang disusun regulasi baru bersama pihak terkait. Rencananya harga listrik dari swasta sebesar Rp600-700 per kwh,” beber Direktur Utama PLN Dahlan Iskan saat meninjau PLTU di Jeneponto, Sulawesi Selatan, kemarin.
Dulu, Dahlan mengatakan jika perkembangan IPP terhambat karena harga yang dipatok PLN untuk membeli listrik dari swasta itu murah, yaitu hanya Rp415 per kwh. “Karena saat itu ada SK Menteri ESDM yang tidak boleh melakukan pembelian melebihi harga tersebut,” ucapnya.
Dirut PLN juga mendukung pembangunan IPP. Di mana dirinya melakukan peninjauan pembangunan PLTU Janeponto yang dimiliki PT Bosowa Energi. PLTU berkapasitas 2×125 megawatt (mw) ini rencananya akan beroperasi akhir 2011 mendatang.

Usai peninjauan, Dahlan mengatakan proyek tersebut harus berjalan dan diperjuangkan untuk dapat selesai tepat waktu. Pasalnya kapasitas 2×125 mw tersebut adalah kapasitas daya yang terbesar di seluruh sulawesi.
Menurutnya, ini adalah salah satu proyek andalan yang harusnya berjalan dengan baik dan dilaksanakan dengan hati-hati. Dia menilai lokasi PLTU milik Bosowa Energy tersebut sangat bagus karena terletak di pinggir pantai dan dengan kondisi tanah yang cukup keras sehingga pengerjaan proyek menurutnya dapat selesai tepat waktu.
“Lokasinya bagus, denahnya juga bagus, kalaupun hujan cepat kering, dermaganya bagus dan kedalamannya bagus untuk mengangkut batu bara sebagai bahan baku utama PLTU ini. Selain itu lokasinya terletak di teluk dan gelombangnya kecil sehingga kapal yang masuk nantinya tidak akan terganggu dengan gelombang yang ada di dermaga,” katanya.
Dia menambahkan, jika lokasinya buruk, dapat mengganggu kontinuitas kedatangan bahan baku ke lokasi PLTU tersebut. Menurutnya, dermaga tersebut dapat menampung kapal atau membawa kapal masuk dengan kapasitas hingga 8.000 ton batu bara.
Dahlan melanjutkan, di seluruh indonesia saat ini sedang dipersiapkan 25 titik pembangkit listrik seperti di Janeponto yang akan dikelola oleh swasta, dua di antaranya sedang berjalan yakni di Kalimantan timur dan Palu sulawesi Tengah.
sementara itu untuk seluruh sulawesi ada tujuh titik dari 25 titik tersebut dengan harga investasi mencapai Rp15 triliun. Harapannya, 25 titik tersebut bisa beroperasi di 2012, sehingga sulawesi bisa bebas pemadaman listrik.(okezone)

Artikel Terkait



0 comments:

Blog Archive