Tempat Berkicau


ShoutMix chat widget
Tuesday, 24 August 2010
Home » » 7 Masalah SBY

postheadericon 7 Masalah SBY

Tujuh Masalah SBY

Jakarta:
1. Remisi dan Grasi bagi Koruptor
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi kepada Syaukani Hassan Rais, mantan Bupati Kutai Kartanegara.
Setelah mendapat remisi, sejumlah terpidana kasus korupsi bahkan langsung bebas, termasuk bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan.

2. Promosi Perwira Polisi “Bermasalah”
Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, yang diduga memiliki rekening mencurigakan, diangkat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur. Inspektur Jenderal Johny Waenal Usman, yang diduga terlibat pelanggaran berat hak asasi di Abepura, Papua, diangkat sebagai Kepala Polda Bali.

3. Ratusan TKI Terancam Hukuman Mati
Sebanyak 177 orang TKI terancam hukum mati di Malaysia. SBY mengatakan pemerintah akan memberi bantuan hukum dan pembelaan dengan tetap menghormati hukum yang berlaku di Malaysia.

4. Barter Petugas Kementerian dengan Nelayan Malaysia
Tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ditahan polisi Malaysia setelah menangkap tujuh nelayan negeri jiran itu karena dianggap melewati batas teritorial. Lewat upaya diplomatis, tiga petugas KKP dibarter dengan nelayan Malaysia. SBY menilai hal ini insiden biasa.

5. Harga Elpiji Tak Kunjung Diputuskan
Pemerintah belum juga memutuskan penyetaraan harga elpiji tabung 3 kilogram dan 12 kilogram. Padahal disparitas harga memicu pengoplosan yang berbuntut pada ledakan yang menimbulkan banyak korban.

6. Hendarman-Hendarso Dituding Berbohong
Kepala Kepolisian RI Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan tidak punya bukti rekaman pembicaraan antara Ary Muladi dan Deputi Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja. Mereka dituding membohongi publik karena sebelumnya menyebutkan rekaman itu ada. Kabareskrim Komjen Ito Sumardi menegaskan Polri hanya memiliki call data record (CDR).

7. Kampanye Terselubung Keluarga
Dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-65 di Istana, tiga buku yang dibagikan SBY dinilai sebagai kampanye terselubung. Ani Yudhoyono dengan Batikku, Pengabdian Cinta Tak Berkata, Agus Harimurti dengan Sekarang Kita Makin Percaya Diri, dan buku Words that Shook the World yang berisi kutipan SBY dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menegaskan pembagian buku tidak menggunakan anggaran negara.


ZONAINDO.COM

Artikel Terkait



0 comments:

Blog Archive